Sudah selama ini hidup masih juga ragu tentang topik "untuk apa kita sebenarnya hidup". Bukan bermaksud untuk patah semangat tapi sedikit bertanya-tanya tidak ada salahnya. Sebenarnya sih sudah banyak alasan yang kita dengar dari orang lain bahkan jauh sebelum generasi kita pertanyaan ini sudah dijawab.
Apakah kita puas dengan jawaban-jawaban itu atau tetap dalam keraguan? Pilihan ada pada diri kita sendiri. Lagipula menjalani salah satunya atau keduanya sama saja. Berpura-pura menerima norma dan apa yang sudah menjadi kesepakatan umum atau benar-benar menghayatinya atau berada diluar sama sekali dari sistem yang ada. Lalu apakah kita siap menjadi berbeda dengan yang lainnya.
Terutama berbeda dengan orang-orang yang selama ini dekat dengan kita. Ketakutan menjadi sendiri adalah wajar sehingga kepura-puraan bisa menjadi alternatif yang sedikit merepotkan. Paling tidak mereka percaya kita masih seperti sedia kala. Atau jangan-jangan mereka punya pemikiran yang sama. Lalu siapa seharusnya yang berani membahas itu semua. Memikirkannya saja ngeri.
Untuk sementara kita harus menyimpan tanya "apakah hidup hanya menunda mati?"
No comments:
Post a Comment