Pages

Tuhan Dan Kekuasaannya

Kita dan mahkluk lainnya di jagat raya ini tidak lebih dari sebuah wayang yang boleh saja dimainkan sekehendak hati dan menurut cerita yang disukai sang dalang. Lalu siapa dalang kita? tentu saja Tuhan yang maha esa, Beliau tidak akan memberikan kita kesempatan untuk berbuat semau kita.
Jika kita membantah maka kita harus siap menanggung resikonya, sunguh sangat maha kuasa Tuhan itu.  Tuhan adalah penguasa tunggal jagat raya ini, tidak akan ada yang bisa menandingi. Tetapi masih banyak orang yang mencoba-coba untuk berbuat miring.

Sejak bertahun-tahun entah sampai kapan, menurut beberapa sumber Tuhan turun dengan berbagai versi. Tapi kenapa Tuhan tidak mau menemui kita tepat saat masa dimana kita hidup. Kita hanya disuguhi cerita-cerita yang membuat kepala menjadi meragu.
Tuhan telah mendidik kita menjadi mahkluk penjilat, dengan memujinya berharap mendapat pertolongannya. Celakanya tiada akibat yang terjadi kecuali kita melakukan sesuatu. Dan jika nasib kita telah digariskan untuk apa kita bersusah payah untuk menyusun garis tersebut.
Kenapa kita tidak berdiam diri saja seperti sebuah wayang, toh nanti akan diambil oleh sang dalang dan dimainkan sesuai dengan cerita kesukaanya. Atau apakah gerakan-gerakan yang kita lakukan merupakan arahan dari sang dalang? Ketika penonton melihat 2 wayang bertarung bukan berarti bahwa wayang tersebut bergerak dengan tenaganya sendiri, tetapi digerakkan oleh sang dalang.
Apakah benar semua tingkah laku kita digerakkan oleh Tuhan, lalu kenapa sebuah wayang harus menerima hukuman atas gerakan atau perbuatan yang digerakkan oleh sang dalang. Seberapa jauh tanggung jawab sang dalang terhadap gerakan-gerakan yang dilakukan oleh wayang. Atau seorang dalang hanya memegang pangkal wayang lalu mengikutinya kekiri dan kekanan kemanapun wayang bergerak dan hanya menjadi penopang, semua gerakan-gerakan yang dilakukan oleh wayang adalah seutuhnya hasil dari kreasi wayang itu sendiri dan ketika lelah karena pegal maka sang dalang melemparnya kembali ke dalam kotak penyimpanan.
Jika itu yang terjadi tentunya Tuhan telah memutuskan point-point apa saja yang akan terjadi dalam hidup ini , kita harus memilih jalan mana yang akan kita tempuh . Kamu akan menjadi mentri, kamu akan menjadi teknisi terserah kamu mau lewat mana, mungkin begitu pesan Tuhan kepada kita. Maka kasihan benar nasib mereka yang ditakdirkan tidak menjadi apa-apa.
Bagaimana bisa sebuah wayang mengalami konflik bathin yang begitu hebat atas perbuatannya yang secara tidak sadar merupakan perbuatan sang dalang. Lalu apakah kita harus membunuh perasaan itu karena pada prinsipnya kita hanyalah sebuah wayang. Sungguh hidup merupakan sebuah misteri dan kadang kita mau saja menerima argumen orang-orang tentang hidup ini tanpa berusaha mencari tau apa sebenarnya yang terjadi. Dan kita menjadi terlalu takut untuk mempertanyakannya, bahkan kita sering menaruh curiga kepada mereka yang melakukannya.

No comments: