Jika ada malam yang paling dinanti Ali, malah inilah tepatnya. Malam dia berdua dengan istrinya memadu kasih pertama kalinya. Linda telah siap di ranjang mengenakan penutup tubuh tipis. Tiga hari yang lalu mereka menikah secara sah setelah satu tahun pacaran. Tentu Alilah yang paling bersemangat dan Linda tersipu malu ketika Ali mendekat.
Ali naik ke ranjang dan meraih tangan Linda.
" Gimana udah siap?" tanya Ali
"Siap ngapain?" Linda tersenyum
"Nyuci pakaian"canda Ali
"Ya siap gitu lah... masak...ehmm"
"Ehm..knapa?"tanya Linda
"Nga apa-apa , kamu terlalu banyak nanya"
Bulan baru kelihatan setengah harus menunggu 10 hari lagi jika inginmelihat purnama. di luar angin berhembus sepoi-sopoi, dingin menusuk sampai ke tulang. Ali Dan Linda sudah pindah ke rumah baru maklum keluarga Ali adalah keluarga berada. Walaupun Ali belum bekerja tapi Rumah keluarga ada empat jadi Ali bebas mau menempati yang mana.
Tak ada yang menyengka Ali dan Linda bakalan menikah karena mereka pacaran sembunyi-sembunyi tidak ada yang tau kecuali mereka berdua. Orang tua Alipun kaget ketika Ali minta izin untuk menikah namun mereka bahagia akan segera menimang cucu lagi pula Ali tidak akan keluyuran tidak tentu lagi karena harus bertanggung jawab terhadap keluarga barunya.
Sudah dua kali, dan sekarang Linda masih terkulai, Ali keluar dari kamar mandi dan duduk mendekati Linda.
"Gimana?"
"Sakit..."kata linda
"Ya namanya juga baru pertama"lanjut Ali
"Nanti juga terbiasa"
"Dan kamu akan ketagihan"canda Ali
Ada raut muka puas di wajah Ali di terus saja memandangi tubuh istrinya.
"Ada apa? kok mandangin aku terus?"tanya Linda
"ha..ha" Ali tertawa
"Aku tidak bisa menyembunyikan betapa bahagianya aku"
"Kamu bahagia menikah denganku?tanya Linda lagi
"ha..ha..ha..Bahagia? Sebenarnya aku tidak ingin mengatakannya sekarang"
"mengatakan apa?" Linda jadi penasaran dan bangkit sambil melilitkan kain ditibuhnya.
"Kau masih ingat dulu aku mengejar-ngejar kamu, dan kamu beberapa kali nolak aku...rasanya sakit sekali, ingin rsanya waktu itu membunuhmu"
"Tapi aku ingin kamu merasakan sakitnya, makanya aku berusaha agar kamu mau menjadi pacarku hingga akhirnya menikah"
"Tidak aku sangka aku bisa balas dendam setelah semua usaha yang aku kerahkan.
Linda meraih selimutnya lalu duduk, dia memandangi Ali. Tidak disangkanya lelaki yang ia cintai ternyata hanya berpura-pura dan membohonginya.
"Maksudnmu kau senang telah memblaskan sakit hatimu?"
"Tentu saja" jawab Ali
"Dengan cara seperti ini?"
Ali mengangguk
"Lalu kau sebut dirimu lelaki sejati? Linda tersenyum
Ali bingung kenapa Linda masih saja bisa tersenyum.
"Kenapa kau tersenyum?"
"Apa yang kau harapkan dariku?"
"Meratapi mahkota yang telah kau renggut?"
"Kamu pikir kaulah yang mendapatkannya?"
"Bukan aku? Ali mendekati Linda
"Lalu siapa" tanya Ali membentak sambil mencekek leher Linda.
"Lepaskan!" Linda meronta namun tak kuasa.
"Bukan itu saja"Linda melanjutkan kata-katanya.
"Aku sudah 5 tahun hidup dalam keadaan terinfeksi HIV"
"Maksudmu kamu terkena AIDS?" Ali menguatkan cekekannya.
"Wanita sialan..." Ali menghempaskan Linda ke kasur, membuat Linda tersengal-sengal hampir kehabisan nafas.
Ali turun dari tempat tidur, melempar barang-barang di atas meja dan memukul kaca lemari dengan tinjunya. Tangannya berdarah air matanya menetes lalu berlutut didepan lemari menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"Aku akan mati memalukan" suaranya terdengar samar-samar.
"Kenapa?"
"Kenapa kau tega?"
"Setelah kau menyakiti hatiku, kini kau beri aku sakit yang memalukan ini" Ali menoleh kearah Linda.
"Seberapa sakitmu?"
"Dulu ketika aku menolakmu aku masih ragu apakah kamu memang benar-benar mencintaiku"
"Setelah sekian lama kamu terus berusaha meyakinkan aku hingga akupun menerimamu dan percaya kamu memang mencintai aku"
"Tapi aku ternyata salah, kamu tidak mencintai aku"
"Sekarang kau terimalah akibatnya, lima tahun dari sekarang kau akan dibuang oleh keluargamu, masyarakat akan jijik padamau."
"Kamu taukan bagaimana masyarakat sekarang ini memperlakukan orang yang mengidap HIV?"
"Mereka kurang pengetahuan tentang HIV-AIDS sehingga orang-orang seperti aku dianggap sampah dan giliranmu akan tiba."
"Sekujur tubuhmu akan lemas dan kematian akan segera menjemputmu."Linda tersenyum puas.
Ali mendekati Linda,duduk didepannya.
"Aku sebenarnya mencintai kamu, namun sikapmu membuat aku marah dan tersakiti"
Ali masih tidak menyangka akan seperti ini, maksudnya untuk membalas dendam malah harus menanggung nasib seperti itu.
Tidak pernah terpikirkan kalau Linda mengidap Virus comber yang mematikan itu. Dalam lima tahun penderitanya akan mati perlahan-lahan digrogoti hingga kehabisan nafas.
"Maafkan aku" Ali menangis didepan Linda
"Mungkin ini akibatnya, seharusnya aku tidak punya perasaan dendam terhadapmu"
"Seharusnya aku tau kamu memiliki hak untuk menentukan pasangan hidupmu"
"Ternyata aku tidak cukup dewasa untuk menyikapi persolan hidup.
No comments:
Post a Comment