Pages

Untuk Apa Hidup Kalau Akhirnya Akan Mati

Disaat malam mulai habis belum juga Gede Briyut tertidur" Kenapa? " Dia bertanya. Disarungkannya kembali pisau dapurnya. Tangannya tidak lagi gemetar nafasnya hampir habis tapi belum mati. Jantungnya mulai berdenyut pelan, tiba-tiba mulutnya terbuka lebar dia terkantuk-kantuk. Maklum tidak biasanya di begadang apalagi nonton bola. Event World Cup memang telah membius semua orang di seluruh dunia.

Tapi Gede Briyut tidak hanya ikut2an ada yg lain kali ini,setidaknya yang membuat dia semangat untuk begadang. Lima hari sebelum bunyi peluit pertama dibunyikan dia dihubungi salah seorang temannya. " Ikut De..?" ajak seorang temannya. "Duch nga punya uang lho.." "Beh..Gayamu" desak temannya.

Gede Briyut berlalu, menyesali nasibnya. Disaat orang2 bisa mengeluarkan uang dengan gampang dari dompet mereka.Untuk makan saja susahnya minta ampun.Dia merasa terasing dari teman-temannya.

Sore harinya dia membuka lagi dompetnya, 3 lembar uang 20rb-an bibirnya tersenyum. Segera dia menghubungi temanya lewat sms. Deal pun telah terjadi, keduanya sepakat. Akan ada yang senang dan akan ada yang sedih. Kalau tidak begitu tidak seru nontonnya, setidaknya begitu temannya meyakinkan.

Tapi dimalam menjelang pagi ini semua yang dibayangkan Gede tidak menjadi kenyataan, uang 3 lembar yang seharusnya di bayarkan untuk uang sekolah besok akan diambil temannya. Gede menjadi begitu menyesal, matanya menerawang. Entah apa yang akan dia katakan kepada orang tuanya, betapa marahnya mereka. Sedangakan mereka bekerja siang malam demi membiayai anak2 mereka , Gede merasa bersalah telah menggunakan uang itu untuk hal yg tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.

Seketika Gede menjadi galau Dia menyalahkan nasib, mencaci maki DIA. Dazar KAU tidak adil menempatkanku disini dikubangan lumpur ini. Sejenak dia berpikir lagi kenapa ya kita hidup toh akhirnya akan mati juga. Kenapa kita harus bersusah payah kenapa akhiri saja sekarang. "Nanti dan kini sama saja" begitu dia berpikir.

Pagi akan segera datang dan keluarga yang lain mungkin akan segera bangun. Dia memiringkan tubuhnya, matanya sudah tidak kuat lagi perlahan memejam tak kuasa lagi Gede membukanya. Cukup sudah orang2 mati karena hal2 sepele, kematian hanya datang pada mereka yang lemah jiwanya.

No comments: