Disaat kita tertidur pulas lalu bermimpi, semua menjadi begitu nyata. Pemandangan indah,makanan enak, dan segala sesuatu yang bisa kita sentuh dan yang bisa kita lihat terasa benar-benar ada. Bahkan jika anda seorang laki-laki pasti tau betapa nyatanya saat celana anda basah.
Saat terbangun kita baru merasakan bahwa itu hanyalah mimpi, kita kembali kedalam dunia yang tidak mungkin kita rubah, kenapa? kan bisa kalau kerja keras pasti nasib kita berubah. Kita semua tau bahwa nasib ada ditangan Tuhan. Percuma dong kita kerja keras tapi semuanya sudah tertulis. Lalu apakah kita bisa hanya berdiam diri saja? Mungkin ada orang yang duduk saja lalu tiba-tiba menang undian atau hanya diam dirumah trus kakaknya membawa teman yang rupanya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Tentu tidak semua orang punya nasib seperti itu.
Semakin kita bertanya semakin meyakinkan saja kalau nasib kita ada di tangan kita sendiri. Namun kenapa ada orang yang telah bekerja keras bertahun-tahun tetap saja tidak memiliki apa-apa. Nasib baik dan buruk memang sudah menjadi aroma dalam kehidupan kita. Kadang kita tidak senang melihat orang yang mempunyai nasib lebih baik dari kita.
Anak yang dulunya selalu nyontek pr kita waktu Smp dan merebut pacar yang kita sayangi saat Sma tetapi ketika dewasa menduduki sebuah jabatan penting disebuah instansi. Itulah sebabnya kadang saya enggan untuk berbuat baik, seakan kebaikan kita tidak mendapat reward apa-apa.
Seandainya kita bisa melihat apa yang akan terjadi 10 tahun lagi, tentu kita bisa memilah-milah apa yang harus kita lakukan. Tapi menurut saya ide tentang mesin waktu mungkin tidak akan pernah terwujud. Bagaimana mungkin masuk kedalam dunia yang belum terwujud, dunia ini tidak seperti lagu-lagu dalam cd dimana kita bisa seenaknya mendengarkan bagian yang awal atau akhir. Tetapi kata bijak yang mengatakan tidak ada yang mustahil berlaku selamanya. Ribuan tahun yang lalu mungkin orang tidak menyangka kalau kita bisa bercakap-cakap dengan orang yang ada di benoa lain. Sampai akhirnya ada yang menemukan telpon dan internet.
Atau dunia ini memang sebuah Film dalam cd? Mungkin Tuhan bersama keluarganya sedang menonton kita. Apa boleh kita minta kepada Tuhan agar berkenan menunjukkan penggalan kisah hidup kita di masa datang?
Anggap saja hidup ini hanyalah mimpi, indah ataupun buruk tidak akan berpengaruh apa-apa terhadap kita, hanya sedikit kenangan yang tidak mengenakkan. Saat gagal dalam ujian cpns anggap saja mimpi masih banyak kerjaan yang bisa kita tekuni, ketika diputusin pacar anggap saja hanya mimpi cari yang lain.
No comments:
Post a Comment