"Saat itu saya merasa dititik terendah dalam hidup saya, ayah saya sakit sedangkan saya baru saja tamat kuliah dan belum bekerja. Saat saya mendapatkan pekerjaan walaupun gajinya tidak seberapa ayah saya meninggal dunia. Sungguh perpisahaan yang tidak bisa saya terima. Saat itu saya berpikir tuhan tidak adil, dan mulai meragukan keberadaannya. Kalaupun Dia ada kenapa saya dibuat seperti ini, rasanya seperti ingin membalas saja. Jiwa saya kosong dan meninggalkan segala macam yang berbau rohani."
Sebagian dari kita pasti pernah merasakan seperti itu, bertanya-tanya apakah Tuhan itu memang ada? Memang sulit sekali membuktikan bahwa Tuhan itu ada, argumen bahwa siapa lagi yang bisa menciptakan dunia ini selain Tuhan belumlah cukup bagi saya. Musibah dan kebahagiaan kadang mempengaruhi kualitas kepercayaan kita.
Disaat susah kadang kita baru ingat akan keberadaan Tuhan, kita terlalu naif minta maaf setelah apa yang telah kita perbuat. Jika anda berbisik "Saya tidak percaya kepadamu Tuhan" tidak akan ada sesuatupun terjadi pada anda. Itulah mengapa orang-orang sedikit meragukan keberadaannya. Orang-orang yang berbuat jahat tetap saja bisa tertawa. Yang miskin tentu menjalani hidup yang berbeda, dengan jumlah uang yang cukup mereka bisa membeli apa saja. Kenapa Tuhan menciptakan manusia dengan bentuk, nasib dan pikiran yang berbeda.
Lebih-lebih dengan adanya banyak agama di dunia ini, masing-masing mengklaim Tuhan merekalah yang paling benar. Jika di dunia ini ada 100 agama apakah itu berarti ada 100 Tuhan? ataukah Tuhan dari agama-agama itu hanya satu? mungkin kita saja yang terlalu berani memberikan berbagai macam nama.
Sering kita lihat mereka yang terlibat korupsi adalah orang-orang yang beragama, lalu apakah mereka sudah tidak takut lagi kepada Tuhan? Atau mereka tau bahwa Tuhan akan memaafkan mereka? Lalu haruskah kita menjauh dari Tuhan?
Bagaimana caranya agar kita tetap percaya, sedangkan banyak ujian yang merongrong kepercayaan tersebut. Jika Tuhan ada kenapa kita tidak bisa melihatnya? Ketika di sekolah guru kita memberi tau bahwa bumi itu bulat apakah kita langsung percaya? apakah kita pernah melihat bumi dari luar angkasa? Di buku pasti ada gambar bola bumi yang berbentuk bola dan apakah hanya dengan gambar tersebut sudah membuat kita percaya? Lalu anda mungkin pernah mendengar argumen ini, jika kita berdiri dipantai maka yang pertama terlihat dari suatu kapal adalah layarnya, maka disimpulkan bumi itu bulat.
Kenapa kita bisa percaya dengan sedikit informasi tersebut, sedangkan meragukan Tuhan padahal banyak sekali yang bersaksi bahwa Tuhan itu memang benar-benar ada. Hidup adalah misteri dan seterusnya akan begitu. Apa yang membuat anda percaya bahwa Tuhan itu ada?
No comments:
Post a Comment